MEDIA SOSIAL DALAM PANDEMI COVID 19


MEDIA SOSIAL DALAM PANDEMI COVID 19
Oleh : Andi Maulana

            Dalam beberapa bulan setelah muncul adanya wabah penyakit coronavirus atau covid 19 di China yang sudah menyebar  hingga termasuk negara Indonesia.  kabar gelap yang menyesatkan serta teori konspirasi yang menjadi peran utama tentang asal mulanya penyakit itu muncul beredar di dunia tersebut dipasangkan dengan ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan  sehingga terjadi pembelian massal  masker wajah dan hand sanitizer oleh masyarakat.
            Tidak hanya sendiri virus Corona atau covid 19 ini menyebar dengan cepat,  tetapi diikuti juga dengan penyebaran informasi yang tidak benar tentang penyakit ini yang menyebabkan kepanikan berlebihan di masyarakat.  kepanikan di sebuah media sosial ternyata lebih cepat dan pesat dari pada penyebaran virus Corona ini.  informasi-informasi yang menyebar melalui media sosial telah mencapai Skala yang tinggi dan tentunya  belum pernah terjadi dalam sejarah manusia.
            Hitungan kasus, kematian, dan kesembuhan menjadi Informasi yang sangat penting  pada saat ini. gambar dari media sosial dan pernyataan dari berbagai kalangan mengenai karantina wilayah menyebar dimana mana. Resiko kesehatan dari wabah ini dikenal sebagai hal yang menakutkan dan tidak terkendali, yang menyebabkan berkontribusi nya wabah ketakutan dimana-mana.
            Hal yang selaras juga diungkapkan oleh direktur pusat kedokteran tropis Universitas Gadjah Mada  Dr. Riris  Andono Ahmad, MPH., Ph.D.,  yang mengungkapkan bahwa  salah satu tantangan Dalam upaya pengendalian penyakit menular  adalah peredaran informasi melalui media massa atau media sosial yang justru menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.  Hal ini menyebabkan kepanikan masyarakat yang disebabkan oleh media sosial lebih cepat dibandingkan penyebaran penyakit tersebut.
            Tingginya kesungguhan dalam Meliput wabah covid 19 ini karena penyebaran yang cepat dan banyak memakan korban.  per tanggal 13 April 2020, wabah coovid 19 di Indonesia sendiri  per tanggal 13 April 2020 mencapai angka 4557 kasus, 380 sembuh, dan 399 meninggal. sedangkan di kota depok sendiri sudah mencapai angka 124 kasus yang terkonfirmasi, 11 orang sembuh dan 15 orang meninggal.
            Dari banyaknya kasus dikota depok ini, kita perlu dengan cepat mendeteksi,menanggapi persepsi, sikap dan perilaku masyarakat seputar covid 19 dan langkah-langkah pengendaliannya. Terlebih lagi,  masyarakat pada masa pandemi ini sering menggunakan media sosial untuk mencari informasi yang valid. Kepanikan massal hanya bisa dilawan dengan informasi. Media sosial harus dapat dimanfaatkan untuk mendukung respons kesehatan masyarakat, terutama masyarakat kota depok.

            Terlebih lagi di Kota Depok sendiri akan diterapkannya sistem PSBB atau Pembatasan sosial Berskala besar untuk mencegah penyebaran virus corona dengan cara membatasi aktivitas orang-orang dalam suatu kegiatan yang menimbulkan suatu kerumunan atau yang melibatkan orang banyak. Walaupun PSBB ini akan dilaksanakannya pada hari Rabu, 15 April 2020, tetapi pemerintah juga perlu cepat dalam mensosialisasikan tentang hal tersebut kepada masyarakat sehingga masyarakat mengerti.
            Maka dari itu, untuk menjalankan PSBB dengan baik, kami menyerukan bahwa perlunya pemerintah kota depok untuk mengembangkan sistem informasi pemerintah dan mengkampanyekan hal-hal tentang PSBB tersebut melalui media sosial sehingga masyarakat mengerti akan peran dari PSBB serta dampak yang ditimbulkannya dan perlu juga pemerintah  menyiapkan langkah-langkah yang konkrit dalam menghadapi sistem tersebut untuk kepentingan masyarakatnya. Seruan tersebut juga akan dapat mengurangi kepanikan masyarakat dalam menghadapi pandemi virus corona di kota depok. Terimakasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSBB dan Pemerintah Kota Dalam Penanganan Covid 19